Naik Dango: Bahasa Syukur yang Menjaga Hubungan Manusia dan Alam
Lexora.id - Di tengah laju modernitas yang sering memisahkan manusia dari alam, sejumlah komunitas adat di Nusantara masih memelihara cara…
Ketika Perempuan Menjadi Orang Luar di Tanah Kelahirannya
Lexora.id - Di banyak kebudayaan Nusantara, tradisi hadir sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Ia menjaga identitas,…
Dialog Satire, Strategi Bahasa yang Tak Selalu Kooperatif
Lexora.id - Tuturan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap menyimpan lebih dari sekadar dialog keluarga. Ia adalah arena tempat bahasa sering menyimpang…
Novel Tanah Bangsawan, Cermin Retak Relasi Barat–Timur
Lexora.id - Indonesia mewarisi trauma panjang kolonialisme, sekaligus narasi tentang relasi timpang antara Barat dan Timur. Luka sejarah itu hidup…
Pengantar Tidur Panjang dan Fragmen Luka Kemanusiaan
Lexora.id - Sastra kerap dipahami sebagai wilayah imajinasi, ruang tempat fiksi berdiri terpisah dari fakta. Namun cerpen Pengantar Tidur Panjang…
Sumur, Sirih, dan Doa: Tafsir Turun Mandi sebagai Gerbang Kehidupan
Lexora.id – Di banyak kampung Minangkabau, kelahiran seorang anak bukan sekadar kabar gembira. Sejak awal ia ditautkan dengan alam, tetangga,…
Muncang Kuta, Ritual Penyembuh yang Menyatukan Manusia, Alam, dan Leluhur
Lexora.id -Di balik keheningan desa-desa di lereng Deli Serdang, Sumatra Utara, masih hidup sebuah ritual tua yang menautkan manusia dengan…
Dongeng, Patriarki, dan Bayangan Cinderella dalam Jiwa Perempuan
Lexora.id - Sejak lama, dongeng bukan sekadar hiburan bagi anak-anak, melainkan ruang sunyi tempat nilai dan imajinasi ditanamkan tanpa kita…
Membaca Luka Patriarki dalam Cerpen “Laki-laki yang Tersedu”
Lexora.id - Cerpen Laki-laki yang Tersedu karya Puthut EA bukan hanya menuturkan kisah getir rumah tangga, tetapi juga menyingkap wajah…
Mastodon dan Burung Kondor: Ketika Sastra Menelanjangi Kekuasaan
Lexora.id - Di tangan W.S. Rendra, panggung bukan sekadar tempat lakon berlangsung. Ia menjelma ruang kritik, altar idealisme, dan medan…
